Close Menu
Asia SatuAsia Satu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Fakta Mengejutkan Tentang BUMN yang Belum Pernah Anda Ketahui Sebelumnya

April 19, 2026

5 Kesalahan Fatal Dalam Literasi Digital Yang Bisa Menghancurkan Hidup Anda Secara Tidak Terduga

April 18, 2026

5 Fakta Mengagetkan tentang Hubungan Bilateral yang Belum Pernah Anda Ketahui Sebelumnya

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Asia SatuAsia Satu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Subscribe
Asia SatuAsia Satu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Home»TERKINI»Menulis Buku Itu Mudah: Cukup Lepas 3 Ketakutan Terbesar Ini
TERKINI

Menulis Buku Itu Mudah: Cukup Lepas 3 Ketakutan Terbesar Ini

asiaBy asiaNovember 19, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tadi malam, saya kembali diundang oleh TanyaMentor untuk live Instagram—kedua kalinya mereka mengajak saya secara khusus membahas tentang buku.

Setiap kali bicara tentang menulis, saya selalu memulai dari satu pesan penting: lepas dulu overthinking-nya karena justru di titik itulah menulis menjadi mudah, mengalir, dan jujur.

Banyak tokoh, profesional, bahkan pengusaha besar, ingin menulis buku tetapi terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka berhenti sebelum mulai seperti:

“Bagaimana kalau buku saya tidak laku?”
“Bagaimana kalau tidak ada yang mau baca?” Bahkan ada yang khawatir, “Dikasih gratis pun mungkin tidak ada yang mau.”

Belum lagi rasa takut buntu, takut salah, takut jelek—semuanya membuat proses menulis terasa berat.

Padahal, inti dari menulis itu sederhana: tuliskan dulu jejak hidup Anda untuk generasi penerus. Anak, cucu, keluarga—mereka adalah pembaca pertama yang paling berhak mengenali perjalanan hidup Anda.

Tidak perlu langsung membayangkan pembaca yang belum mengenal siapa Anda. Mulai saja dari yang paling dekat.

Namun, menariknya di INDSCRIPT, kami melihat bahwa buku hari ini sudah melampaui sekadar rekam perjalanan hidup.

Buku adalah Black Card—baik untuk masa kini maupun masa depan. Sebuah kartu akses yang membuka pintu-pintu peluang baru.

Itu sebabnya kami tidak hanya membuat buku biografi. Kami menyusun buku dengan memetakan titik-titik strategis yang selaras dengan goal penulisnya. Misal, jika ada penulis yang ingin menjadi MC profesional—maka buku menjadi Black Card yang memperkuat positioning itu. Ada yang sedang mencari investor—buku menjadi alat kredibilitas yang meyakinkan. Ada yang ingin memperluas jejaring bisnis—buku menjadi pintu kolaborasi.

Di INDSCRIPT, setiap buku bukan hanya cerita; ia adalah strategic tool dan saya selalu percaya: selama overthinking dilepas, setiap orang bisa menulis buku yang bukan hanya bercerita, tapi juga membuka jalan hidup baru

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePengawasan Kepolisian Diperkuat, Kompolnas: Momentum Pembenahan Harus Berlanjut
Next Article Panggung Dakwah dan Santunan Yatim: Kemeriahan Maulid Nabi di Kalimulya bersama Keluarga Abdul Syukur Boya
asia
  • Website

https://www.youtube.com/watch?v=V5JxVoMF9yc
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 asiasatu. Designed by asiasatu.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.